Sabtu, 23 Mei 2015

Konflik dalam kamus Sosiologi

 Sudah tidak terbantahkan lagi bahwa manusia dalam hidupnya pasti pernah mengalami konflik, mulai dari konflik kecil kecil hingga konflik pemicu prahara pun sudah wajar rasanya bila muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Sosiologi selaku ilmu yang mempelajari di bidang ini (konflik) pun
mempunyai pengertian tersendiri yaitu, Konflik sebagai suatu proses sosial dimana dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkanya atau membuatnya tidak berdaya. Terdengar sedikit mengerikan bukan?
 Adapun pendapat-pendapat lain dari para ahli seperti berikut ini :
1. Berstein

 "Konflik merupakan suatu pertentangan, perbedaan yang tidak dapat dicegah. Konflik mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan ada pula yang negatif dalam interaksi manusia"
2.  Robert M.Z. Lawang
 " Konflik merupakan suatu perjuangan untuk memperoleh nilai, status, kekuasaan, dimana tujuan dari sainganya"
3. Soerjono Soekanto
 " Konflik merupakan suatu proses sosial dimana orang perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuanya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan"

 Memang sudah tak disangkal lagi bahwa konflik tidak diinginkan oleh banyak pihak, namun mengungkit kembali pendapat Berstein bahwa konflik mempunyai potensi yang memberi pengaruh positif dan nilai positif. Yang dimaksud positif mungkin karena konflik dapat dijadikan sebagai agen perubahan dalam struktur masyarakat, dari sini saya ambil contoh tragedi Trisakti yang terjadi saat 1998 lalu, konflik keras nan bersejarah tersebut merupakan salah satu penyebab kenapa pemerintahan Orde Baru yang sudah tidak diharapkan para pemuda dihentikan dan berubah menjadi demokrasi pancasila yang bertahan hingga saat ini.
  Konflik tak dapat dihindari, Maka dari itu, kita sebagai manusia perlu memaknai konflik yang terjadi disekitar kita sebagai sesuatu yang wajar namun masih perlu memperhatikan dampak-dampak yang dapat terjadi supaya tidak sampai melibatkan pihak lain, serta mampu melihat penyelesaian sebaik mungkin tanpa memberi dampak berarti.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar